Perbedaan Tarung Bebas atau MMA dengan Tinju

Berdasarkan Publikasi Journal Of Combative Sports berjudul Death Under the Spotlight: Analyzing the Data (Joseph R. Svinth, 2007) ternyata tarung bebas MMA punya resiko fatalitas yang lebih rendah dibanding Tinju.

Di sebuah data yang dikumpulkan tahun 2000 sampai 2007 jumlah kematian tinju tercatat 1465 Kasus. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan tarung bebas MMA yang mencatatkan 2 kasus.

Perbedaan Tarung Bebas MMA dengan olahraga Tinju kalian harus benar-benar tahu baca sampai habis sebagai berikut:

    1. Perbedaan Tarung Bebas Aturan rigid MMA membuat pertarungan lebih aman dari Tinju terutama terkait dengan perlindungan kepala.
    2. Aturan Tinju meningkatkan potensi trauma kepala yang berulang. Jika seorang petinju dirobohkan dia memiliki 10 detik untuk bangkit hanya untuk dipukul lagi oleh atlet.
    3. Dipertarungan MMA jika seorang petarung sudah kehilangan kesadaran, pertarungan akan dihentikandan dia tidak harus menderita knock down lagi,
    4. Perbedaan tarung bebas, aturan kemenangan lewat kuncian membuat olahraga lebih aman. Dalam tinju petarung akan menerima banyak pukulan dikepala, sasaran vital untuk merobohkan lawan. Di MMA tidak selalu demikian.
    5. Satu petarung bisa menjatuhkan yang lain dan membuat lawan akan menyerah. Jika petarung menyerang pertarungan berkahir dan kedua petarung bisa pergi tanpa goresan.

Tanggapan ini muncul melalui marketing promotor ingin menunjukkan bahwa konsep MMA itu pertarungan yang tidak ada konsep berbeda dengan WWE dengan embel-embel No Rules sebagai tayangan hiburan.

Sudah jelas bukan? Perbedaan Tarung Bebas MMA dengan Tinju, yang biasanya masyarakat awam memikir kalau tarung bebas lebih berbahaya dari olahraga petarung lainnya sekarang kalian sudah tahu kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *